Kamis, 16 April 2015

Power Rangers Super Samurai: DX Claw Armor Megazord Set - Samurai Megazord Review

Huge-ass packaging
saya selalu punya soft spot buat Shinkenger, serial sentai post-2000 terbaik menurut saya. sebenernya saya lebih kepengen rilisan Shinkenger aka ShinkenOh, selain masing-masing zord punya dua mode, paint job lebih detail dan ukurannya sedikit lebih besar. terpujilah otaku jepang yang rela buang duit, sehingga produsen action figure ga pernah kepikiran pushing cost supaya laku .
*cough*hasbro*cough*

Packaging.
seperti gambar di atas, packagingnya sederhana, cuma box gitu, ga ada jendela biar bisa lihat isinya seperti Samurai Megazord yang rilis sendiri.

packaging yang rilis single. courtesy: linearranger
nah karena ini dijual sebagai "Claw Armor Megazord", isinya juga ada dua, tapi untuk mencegah boxnya unnecessarily big, mereka ga pake holder mainan, cuma ditumpuk didalem gitu aja


jadi Samurai Megazordnya dibagi jadi 5, wajar. tapi Claw Megazordnya juga dibelah jadi 5, jadi dua zord besar ini cukup di box lebar tapi tipis, smart moves.

Samurai Megazord

review yang ini bahas Samurai Megazordnya dulu, karena kalau dua2nya bakal runyam. seperti zord power rangers pada umumnya, kita dapet 5 zord, milik masing2 rangers. 

yang kelihatan banget waktu pada akhirnya megang ini mainan adalah ya ini bener-bener mainan anak, ngga ada chrome2an, ga ada detailing berlebih, cukup mirip di tv saja.






untuk mainan anak-anak, sebenarnya ini sudah cukup. bisa barubah dari 5 zords jadi 1 megazord sudah cukup untuk anak-anak usia 5-10 tahun? sasaran inti serial power rangers. tapi untuk adult collector ini keliatan sekali ngga niat buatnya. tapi harga aslinya ga bisa bohong sih. di amrik sana harganya usd50 buat satu set, usd25-30 kalau beli terpisah. bandingin sama shinkenoh yang aslinya bisa sampe 6000 yen.

Verdict

lagi2 ini memang mainan anak kecil, gw dapet ini emang agak mahal, sekitar 700rb. tapi considering kurs dollar yang sampe 13rb perdollar, ya ga beda jauh lah harganya.

jadi ya begitu, kalau buat anak2, ini pilihan tepat, buat kolektor? terserah sih, kalau bisa dapet shinkenoh mending ambil shinkenoh

Rabu, 15 April 2015

Transformers Go! G11 Hunters Optimus Prime Voyager Class Review

gara-gara nonton transformers prime, saya jadi ngebet beli mainannya. masalahnya ada dua, transformers prime first edition mahal banget, yang robots in disguise jelek banget, pilihan jatuh lah ke seri beast hunters ini.

masalah berikutnya, beast hunters versi hasbro entah kenapa mata, kaca mobil dan star saber nya hijau, padahal di tv semua yang saya sebut di atas warna nya biru, alhasil saya nyikat Takara punya, karena lebih show accurate, dan lebih mahal 50rb.

Packaging



terlalu ramai. kalau saya lihatnya dulu waktu baru rilis, mungkin saya akan menganggap packagingnya biasa saja, tapi desain packaging age of extinction yang minimalis bikin packaging jaman dulu terkesan heboh. lucunya lagi, season 3 Transformers Prime ndak tayang di jepang, jadi mereka ngga tau apa itu beast hunters, hence dirilis di seri Transformers Go! 

Konten


1x Figure
2x Weapons
1x Star Saber

di tv memang begini sih, meskipun blasternya ngga show accurate, tapi faktanya memang mainannya sudah kelar desain + produksi sebelum series nya muncul di tv, jadi suka begini, nggak akurat.



Car Mode


surprisingly akurat, meskipun kepalan tangan dan kepala bisa terlihat kalau mau dicari, tapi itu tadi, akurat seperti di tv nya.


kalau blasternya dipasang, jadi makin mirip. dan sebenarnya yang bikin saya yakin betul memilih versi takara, selain jendela depan hijau, adalah jendela samping kuning. gimana ceritanya jendela samping kuning jendela depan hijau, ketika aslinya semuanya biru? fakoff

Robot Mode




transformasinya sederhana, mirip Deluxe Fall of Cybertron, dan memang transformasi transformers paska Dark of The Moon dibikin sederhana karena orang tua pada protes.

lagi-lagi representasi robot mode cukup akurat, cuma kurang beberapa detail sederhana, kalau di tv, di bagian perut tidak ada taring, tapi sisanya sudah cukup akurat.

artikulasinya juga cukup, lagipula Optimus versi ini juga tidak terlalu banyak berpose di tv, lebih banyak terbang, jadi saya ndak bisa protes juga kalau action figurenya tidak terlalu poseable. tapi bukan berarti kurang titik artikulasi ya, kurang poseable lebih disebabkan karena memang optimusnya bulky.



I CAN FLY BRUH!
Verdict


all in all, it's a fun toys. kita sering lupa kalau sasaran transformers adalah anak-anak, bukan kita kolektor dewasa, we have masterpiece series for that. 

Digimon Adventure: Our War Game Review

seperti kebanyakan mereka yang tumbuh pada awal 2000an, debat antara Digimon dan Pokemon adalah debat terbesar pada masanya, tapi sebagaimana media seni lainnya, waktu lah yang akan membuktikan.

10 tahun kemudian, Digimon lah yang menang melawan waktu, alasannya? akan saya beberkan dibawah

Cerita

disini digimon, baik seri - terutama seri - maupun movie mampu unggul jauh atas pokemon. ya, keduanya adalah komersial mingguan yang bertujuan menjual mainan anak-anak, tapi yang membuat digimon unggul adalah fakta bahwa ceritanya berkesinambungan, bukan episodik seperti pokemon dengan konsep monster of the week.

yang membuat digimon unggul adalah stake yang diperjuangkan, pertarungan antar digimon bukan demi badge yang membuat pokemon lebih mirip sabung ayam, pertarungan digimon melibatkan seluruh dunia, kalau anak-anak itu kalah, bumi berantakan.

yang membuat saya lebih kagum lagi, film Our War Game dirilis pada tahun 2000, masa dimana internet belum menjadi hal yang lumrah, tapi disini Mamoru Hosoda nekat menggunakan Internet sebagai setting cerita, dimana kekalahan di Internet punya efek langsung di dunia nyata, konsep ini akan disempurnakan nantinya oleh Hosoda di film Summer Wars.

kembali lagi soal taruhan, di film ini saja, taruhannya adalah bom nuklir, kalau diaboromon menang, jepang hancur. dan terakhir, digimon memperlakukan penontonnya sebagai sebuah entitas yang bisa berpikir, bukan cuma calon pembeli mainan, dan ya, segala sesuatu medium yang memperlakukan penonton sebagai manusia layak mendapat penghargaan.

Animasi.


gaya animasi Mamoru Hosoda adalah salah satu favorit saya, karena gerakan karakternya yang begitu halus, sehingga penonton tidak dapat membedakan antara key animation dan inbetween, seolah-olah semua animasi adalah key-animation.

yang unik dari hosoda disini - dan di summer wars nantinya - adalah penggunaan warna garis pada karakter. karakter manusia di bumi garisnya hitam, karakter digimon di internet garisnya merah, dan karakter manusia di internet tidak ada garis.


verdict

untuk kartun anak-anak, digimon is surprisingly dark. semua jenis cerita dibahas, mulai dari keluarga broken home sampai anak yang tidak bisa apa-apa kecuali belajar dan belajar.

ya, pokemon lebih populer, tapi digimon, terutama digimon adventure punya kualitas jauh lebih di atas pokemon seri apapun.

Transformers Generations: Fall of Cybertron, Deluxe Class Optimus Prime Review

sebenarnya saya bukan kolektor transformers, interaksi saya dengan merk transformers hanya sebatas kartun G1 di tv dulu waktu masih kecil banget, dan animasi Beast Wars di SCTV dulu. jadi ya waktu film Transformers keluar, saya tidak terlalu gimana-gimana.

sejak desember kemarin saya nganggur parah, belum mau cari kerja kantoran karena masih mau nganggur. penghasilan? jual beli baju bola KW, lumayan bisa buat jajan + freelance di sebuah start-up yang bergelut di bidang web design. karena banyak waktu kosong, saya nyari game, dapet rekomendasi Transformers Fall of Cybertron, game nya oke punya, third person shooting, yang mencolok tentu saja optimus prime nya.

the almighty prime
yah namanya nganggur, ga terlalu suka hang out mahal, sedikit uang lebih di bank saya tukarkan dengan sejumput action figure.

Packaging.


Packagingnya standard deluxe class Generations series, Mint on Card, jadi sekarang box nya sudah hancur disobek. isinya juga sedikit, 1 figure dan 1 senjata.


yang saya suka dari figur ini adalah panel lines nya, dan sebagai seorang gunpla builder, panel line harus di panel lining, dan ternyata figure ini punya banyak detail yang tersembunyi.


car mode is good loking, meskipun tidak se-tersembunyi itu, cuma bisa dimaklumi karena ini cybertron setting ceritanya, car mode hanya untuk transportasi, jadi ga perlu ribet banget, dan ya, transformasinya simple, to the point.



yang mengejutkan adalah artikulasinya, biasanya karena proses transformasi yang rumit, artikulasi ketika jadi robot terbatas, karena tidak boleh mengganggu fungsi transformasinya, tapi karena kali ini transformasinya sangat sederhana - tidak sampai 10 langkah mungkin - membuat artikulasi robot mode menjadi sangat baik.


Final Verdict
4/5

oke figure ini bagus, bagus banget, cuma minim aksesoris dan ukuran. harusnya Optimus Prime tidak boleh di produksi dibawah level voyager, dimana logikanya, jazz bisa lebih besar dari optimus.
tapi saya happy, karena toh saya cuma koleksi optimus prime, jadi skala dengan karakter lain tidak terlalu penting.

Selasa, 16 Desember 2014

Saint Seiya: Legend of Sanctuary Review

fabulous title screen
aish, kuliah memang bajingan.

saya selama 6 bulan terakhir benar-benar buta sama dunia jejepangan, apalagi anime sama tokusatsu, skripsi memang paling-paling.

gimana ceritanya saya bisa gatau kalau Saint Seiya dibikin film CGI nya (plus kikaider reboot, kemon lah gaes)

awal ceritanya saya di line sama temen, diajakin nonton Saint Seiya di blitz, ternyata pas saya gugel, filmnya keluar Juni kemaren di jepang, BluRay nya keluar tanggal 12 des, artinya torrentnya gabakal jauh2 dari situ kan.

trus saya lupa, trus baru inget tadi, nyari torrentnya susah bener, ada segala sub Chinese, filenya corrupt - 2GB coy corrupt, untung ga ada kuota - sampe akhirnya dapet dari fansub lokal, jauh2 maen ke nyaa dapetnya fansub lokal.

first impression? INI GILA, EMANG HARUSNYA FIGHT SCENE TUH BEGINI.

dari dulu saya selalu merasa kalau medium - anime, manga dan movie - adalah kekurangan Jepang, kenapa? karena budget mereka tidak pernah sekuat negara Eropa, apalagi AS, jadi seolah-olah fantasy mereka yang suka kelewat liar, selalu terbentur budget.

ketika budget bukan masalah, biasanya karya yang dihasilkan sangat breathtaking - mungkin tidak mainstream, karena ide-ide orang jepang memang ga cucok sama mainstream audience - tapi secara visual, hanya Zack Snyder yang bisa menandingi.

contohnya ya banyak, biasanya karya-karya Ghibli atau Mamoru Hosoda - Summer Wars guys - biasanya membuat saya berdecak kagum, kok ya kepikiran.

dan SS:LoS ini adalah bukti kalau budgetnya bagus, kualitas sinematografi jepang akan lebih terlihat.

jadi Pelm apaan sih ini?

Film ini, mirip film Rurouni Kenshin, adalah reinterpretation dari saga - story arc? - pertama di manga Saint Seiya, yang intinya adalah si saint ini, harus menemui Pope di sanctuary, karena Pope mau bunuh si Saori, reinkarnasi Athena. 
gimana cara ketemu Pope? harus ngelawan 12 - sebenernya 11, karena sagitarius mati - Gold Saints di 12 kuil.

sejujurnya, Saint Seiya adalah salah satu Anime yang bikin saya gedek waktu kecil dulu, karena jagoannya harus mau mati dulu baru menang, dan satu fight bisa berhari-hari, dan film meniadakan itu, karena beberapa Gold Saintnya ga geblek-geblek amat buat percaya kalo Saori itu Athena gadungan, hasilnya, adegan berantemnya dipersingkat, tapi, sesingkat-singkatnya adegan brantem itu, adegan brantemnya KEREN BANGET.

buat yang ga ngerti Saint Seiya pun, sebenernya gapapa nonton film ini, sama kayak yang ga ngerti Rurouni Kenshin enak nonton filmnya, karena film ini ngejelasin backgroundnya cukup jelas.

mungkin yang ga cucok buat non-fans ya tipikal tropes shonen manga, yang dibanding film US, agak iyuwh - di film US ga pernah tuh dipake tema "semangat mengalahkan skill"

karena seiya selalu menang semangat, abis itu hampir mati.

Cerita 

3,5/5

kenapa segitu? karena ceritanya make sense, ga bodoh, tapi saya merasa harusnya bisa ditambah lagi, tapi sebenernya saya bingung juga apa yang mau ditambah, ada kali ini 50 episode di rangkum jadi 90 menit, kalau mengingat faktor itu sih...

jadinya 4/5.

Visual
5/5

UDAH LAH

sok plot twist.

scene ga penting aja indah

perspektif khas jejepangan.

Tinju Meteor Pegasus, feat. huge budget.

Character Design mirip FF VII:AV sama Big Hero 6


Eksekusi.
3/5

ini yang dirasa agak kurang, meskipun lebih masuk akal.

dulu tiap kuil dilalui dengan cara brantem sampe hampir mati selama 10 episode lebih.

10 episode per kuil.

sekarang pada Gold Saint dibikin agak pinter dikit, kuil yang di depan ga banyak cingcong, kuil yang dibelakang karena lebih deket sama tempat si Pope, jadi masih ngelawan, cuma kadang beberapa fight dirasa anti-climatic, mungkin karena di awal udah digeber dengan koreografi pertarungan yang memanjakan mata.

terakhir, ekenapa, pas seiya pake armor sagitarius, malah bawahnya kuda.

bisa dimengerti sih, karena yang dipake bukan Sagittarius Gold Cloth per se, tapi semacam arwah aiolos yang bantuin doi, karena zuzur zaja, armornya beda sama yang dipake aiolos diawal.

kekurangan kedua adalah lack of character development sepanjang film, yang menurut saya wajar, karena fokus cerita terbagi ke 4 bronze saint, 1 athena, dan beberapa Gold saint, jelas tidak mungkin ada character development.

Kesimpulan

4/5

Nostalgia menjadi poin lebih, subjektif memang.

tapi lagipula, film ini lebih terasa sebagai film tribute, sambil berusaha mencoba menceritakan ulang secara singkat saga sanctuary ini, dan menurut saya hasilnya cukup bagus.

seperti Rurouni Kenshin, SS: LoS juga mengambil sedikit kebebasan dalam interpretasi ulang SS, tapi tetap setia pada akarnya.



REVIEW: S.H.Figuarts Shinkocchou Seiho Kamen Rider Hibiki


sejujurnya saya sudah berhenti mengumpulkan SHF ini, entah sejak kapan, alasan utamanya ya karena apa-apa limited, namun setelah terdengar berita kalau SHF mau dibuat lini high end-nya, yang keluarnya bisa setahun cuma 2 figures, saya tidak bisa melewatkan ini, cocok untuk memulai lembaran baru.

sejatinya saya tidak peduli mana yang saya dapet duluan, Hibiki atau Kabuto, tapi karena ada yang nawarin Hibiki, ya saya sikat.

Packaging

ini sisi kuatnya, biasanya saya misuh-misuh sama pointlessness of apple's packaging, sekarang saya terkesima sama packaging yang ngikutin apple ini.

pembelaan saya tentu saja, apple itu barang elektronik, form follow function, sedangkan ini action figure, malah bisa dikategorikan collector's item, jelas function follow form.

Boxart yang lebih elegan, lebih mirip HotToys daripada Bandai.

Konten


harga 500rb mungkin akan terlihat agak mahal secara kasat mata, karena jujur saja, aksesoris tidak grandiose, tapi kualitasnya diatas rata-rata, terutama painting hibiki yang memang unik, karena ada efek mengkilat, SIC Hibiki limited maziora yang menggunakan cat yang sama dengan kostum aslinya saja harganya sudah selangit sekarang, jika memperhitungkan faktor itu - ditambah riset dan proses yang bandai lakukan seperti yang dituliskan di web tamashii, 500k untuk sebuah mini hottoys adalah harga yang pantas

Voila
hal yang paling menarik tentu adalah booklet "S.H.Figuarts Concept Book", yang isinya menjelaskan apa yang membedakan SHF: SS dengan SHF reguler, yang jujur saja, harganya juga suka kurang ajar.

Playability.

ah ini sebenarnya bagian paling irrelevant buat saya, karena saya majang action figure ya cuma saya pajang berdiri doang, tapi akan tetep saya bahas, karena playability yang oke, artinya banyak pose yang oke.

artikulasi SHF ini sebenernya ga jauh beda poin-poinnya sama SHF biasa, cuma Bandai sangat berusaha menyembunyikan artikulasi, jadi ga keliatan terang-terangan gitu - dan saya berharap ichigo, nigo dan V3 the next ada di line ini, karena yang lama udah kacrut bener.

pinjem gambar
tuh, ga keliatan kan artikulasinya, padahal banyak banget, dan sangat2 poseable.

Pinjem lagi.

action figure kalo udah bisa diposein ala-ala kaki naik sebelah, artinya artikulasinya udah kelas wahid.

Sculpt.

ga usah diomongin lah ya

noh

atau mau yang close up?

pinjem

Kesimpulan.

INI FIGURE MUST HAVE BUAT FANS KAMEN RIDER.

harapan saya cuma satu, jangan banyak2in limited lah, dan release rider-rider utama dulu aja.
kalau melihat urutan rilis, mungkin akan mencoba me-remake SHF generasi awal.

harapan saya ya tentu saja trio kamen rider the next, kuuga sudah on the way, agito ground form sih asik.

4,5/5

minus cuma diharga, kalau dikepala 450rban, tentu akan lebih joss





















Sabtu, 13 Desember 2014

DC Collectibles: DC Comics Designer Series - Batman bby Greg Capullo

DC Collectibles, selanjutnya disingkat DCC, adalah divisi Action Figure langsung dari DC Comics, dalam artian, ini in-house production.

biasanya, sebuah action figure di produksi oleh perusahaan mainan, misalnya Marvel Select itu dikerjain sama Diamond Select Toys, untuk level umum, properti DC dikerjain sama Mattel, dan Marvel sama Hasbro - dulu sama Toybiz.

nah DCC - dulu DC Direct - ini unik, karena mereka plek-plekan in house dari DC Comics, jadi bisa dibilang, DCC ini mem-bypass proses licensing yang makan duit, artinya, kualitas figure yang diproduksi pasti sesuai sama standard yang ditetapkan DC.

waktu masih jaman DCDirect, figurenya lebih mirip semi-statue, artikulasi terbatas tapi detail bagus, baru sejak ganti jd DCC ini lah, kualitas figure meningkat pesat, mulai dari sculpt sampai artikulasi, DCC menurut saya satu-nya mass produces american toys yang bisa disejajarkan sama action figure jepang.

kelemahan DCC? card packaging, jadi dilemma antara mau MOC atau dibuka, meskipun ada beberapa lini yang box nya box biasa - figur bisa masuk box lagi, tapi mostly card.

di SDCC tahun lalu kalau tidak salah, DC mengumumkan DC Comics Designer Series.

dari namanya aja udah fancy, isinya juga fancy.

inti line designer series adalah membuat sebuah action figure sesuai artist comicnya, dan yang pertama adalah designer series Batman dari Greg Capullo.

buat yang gatau, greg capullo ini adalah artist dari komik Batman New52, komik DC paling laku, dan paling bagus reviewnya, dan paling konsisten tim artisnya - dari pertama, yg nulis scott snyder dan yang gambar capullo, ga pernah ganti.

akhirnya saya dapet figure ini agustus kemarin, dari seller terkemuka di Neokg, seharga 300rb





salah satu poin plus packaging Designer Series adalah packagingnya box biasa, bisa dimasukin lagi, ga harus ngerusak box - fuck card packaging.

saya suka bingung sih apa yang di review dari packaging, saya suka, desainnya simple, ga banyak tulisan - tren desain packaging sejak apple berkuasa, tampaknya.

isinya cuma warning bahaya tertelan, nama figure dan detail tetek bengek lainnya

ah intinya

packaging: 5/5
kenapa perfect? karena desainnya oke + ga harus merusak boxnya.


kalok dibuka, ya isinya begini.

1 Figure Batman
3 Batarang

batarangnya bisa dipasang di tangan kiri si batman, ngeselinnya, ga ada optional hands, jadi tangan kiri ga benar-benar kepalan.


untuk detail artikulasi, minjem fotonya onepercase aja.

intinya DCC berhasil mangakomodasi artikulasi ke dalam sculpt, jadi ga keliatan out of place gitu - *cough* revoltech *cough* - lagipula saya tipikal yang majang figure dalam pose berdiri ganteng, artikulasi yang mengganggu sculpt malah jadi nilai minus buat saya.

nah beginilah bates artikulasinya

tampak depan
sculpt, sculpt adalah poin plus terbesar dari figure ini, karena berhasil menerjemahkan gambar babang capullo ke dalam bentuk 3D dengan sangat baik.



padahal, batman-nya capullo itu selalu ada di kegelapan, ga pernah bisa liat full body dengan detail, selalu dalam bayang-bayang, tapi DCC berhasil, jadi ya kudos to them.

Sculpt + artikulasi + aksesoris: 4,5/5

0,5 itu ga ada optional hands, udah itu aja, karena sisanya bagus bangets.

KESIMPULAN

kalo situ suka batman, apalagi ngikutin batmannya snyder sama capullo, wajiblah beli ini, ditambah harganya yang masuk akal - 300k - untuk figur collectible begini.

ps: sebenernya, DCC banyak banget bakal ngerilis batman yang oke, wishlist saya ya tidak lain dan tidak bukan DCC Batman Animated Series, Batman and Son's Batman dan Arkham Knight's Batman, doakeun saja semoga ya saya punya duit terus.

ps: buat yang penasaran, itu buku Batmobile: The Complete History